Life is a journey, yup hidup adalah petualangan. Kita semua tahu tentang itu. Akhir-akhir ini aku sering merenung tentang hidupku. Bagaimana aku melewati kegundahan dalam permasalahan hidup.
And then....pada suatu hari aku mendapatkan gambaran bahwa hidup adalah seperti membawa lilin di jalan yang gelap. Dengan lilin kita dibatasi penglihatan kita kedepan. Hanya sekitar 1 - 2 m. Kita dalam hidup ini hanya bisa merencanakan apa yang secara waktu dekat dengan kita. Selebihnya itu menjadi wewenang yang Kuasa.
Menjaga nyala lilin itu susah, lebih enak berhenti ke belokan jalan yang menawarkan terang yang semu. Belokan terang tersebut ada waktunya juga, karena mereka juga menggunakan nyala terang dari minyak tanah. Yang mana terangnya terang sekali tapi memiliki batas waktu terang.
Dalam perjalanan membawa lilin, pasti kita akan mendapati angin mengganggu nyala lilin kita. Ya pasti...Pasti kita akan menghadapi angin tersebut. Kadang datangnya lilin sangat kuat sehingga kita harus berhenti berjalan. Dan mencari teman untuk bersama-sama melindungi nyala terang lilin kita.
Dalam perjalanan hidup kita, kadang kita sudah kehabisan stock lilin kita. Lilin bisa kita dapatkan diwaktu Sang Penjual Lilin ini berada. Sang Penjual Lilin tidak terbatas pada dimensi ruang, tapi pada dimensi sang Pembeli. Si pembeli mau nggak mencari Sang Penjual Lilin.
Dan semakin bijak kita mengelola lilin kita, maka semakin besar nyala lilin tersebut. Sehingga makin berguna juga pagi pembawa llilin yang lain juga. Jadilah terang bagi orang lain, maka dirimu akan juga mendapatkan terang lagi.
Jadi Jagalah Nyala Lilin Hidupmu Baik baik.....!!!!!
Labels: The Journey of Life

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home